Kamu yang tiba-tiba saja hadir menawarkan cerita-cerita masa depan yang menarik
Seperti sales professional, kamu melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hatiku
Yang kamu tawarkan memang benar yang aku cari, sehingga tak perlu sulit2 untuk memulai sebuah kisah
Kamu, kamu yang dulu setiap harinya selalu mengucap sayang padaku
Kamu sendiri juga yang akhirnya mengucapkan selamat tinggal
Tanpa perasaan, dengan mudahnya kamu mengganti aku dengan yang lain
Aku seperti angin yang tidak kamu hiraukan adanya
Aku bukan bola yang kamu lempar keras lalu tidak merasakan apa-apa
Kadang-kadang aku bertanya apakah pantas aku diperlakukan seperti ini?
Kenapa harus aku? Siapa yang peduli?
Kamu?
Kamu mungkin ingat aku pernah ada pun tidak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar